KETIKA RAGU MENJADI PEMICU....

Kemarin aku merayap menyusuri aliran darahku
Tetes-tetes darah itu berkata
"kau hanyalah sebongkah batu yang selalu berjalan bersama ambisimu, lebarkan sayapmu, ingatlah!!! Jangan biarkan sepercik air mata mengikis dadamu...."
Lalu aku menggelinding menuju jurang yang sangat hening

Tiap tetesan darahku kembali membicarakan aibku
Dia berkata
"kau adalah raja, jangan tundukkan matamu ketika silaunya mentari mengejekmu, atau bakar saja selembar fikiranmu ketika ragu terus menghambat langkahmu, walau pasti akan ada coreng hitam..."


Lalu semesta tiba-tiba mengembang seperti balon yang sedang ditiup
Cakrawalaku tergambar dalam lingkaran galaksi
Bayang-bayang kedamaian mewujud
Dan senandung jantungku mengalunkan pujian-pujian pd hidup

Aku dan sisa hidupku kini hanya melihat tujuan
Langkah ini takkan pernah berhenti atau menyerah bersama luruhnya tubuhku
Aku akan tetap menjadi sebuah cerita tentang harapan dan keyakinan
Yakinlah...!
Seperti kau lihat keyakinan pada hati air (banyu) sungai yang mengalir menuju peraduannya.
Samudra keindahan...
Samudra kedamaian...
Samudra kebahagiaan...

SEGARA...



Artikel Terkait:

0 Response to "KETIKA RAGU MENJADI PEMICU...."

Posting Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme