ENTAH
Aku terkatung-katung sambil menghitung
Janji yang kuucap dikerumuni belatung
Sang perawan semakin menatapku canggung
Ruang jingga kemana melambung?
Aku tersindir engkau mencibir
Ku ingin mendekatimu namun kaki terkilir
Terlampau lamban aku berfikir
Sungai mana yang masih mengalir?
Dia menampakkan warna hatinya
Belum terukir namun menangkap semburat cahaya
Gebyar-gebyar bayangan dari orang yang melahirkannya
Aku berdiri diantara dogma dan cinta
Semua rasa entah dari mana
Muncul tenggelam tak sempat kuduga
Orang kedua tak punya muka
Alangkah rapuhnya tempatku menaruh rasa
Dunia oh dunia...
Ke mana aku harus melangkah
Kenapa perih tak sudah-sudah?
Mencari jawaban ringan kumelayang
Kabut hitam biar kuterjang
Rongga langit kujadikan sarang
Bertengger aku pada ranting cakrawala yang rindang
Tak hilang-hilang
Bayangannya masih menggenang
Pelupuk mataku mengalir tenang
Mengiris hati pisau kubuang
Mengukir huruf darah kutuang
Orang kedua orang ketiga
Aku tak sempat berkaca
Kau mengajakku bercanda
Dia lupa memberi tanda
Dan mereka menuduhku ular berbisa

23.54
BANYU SEGARA PANTURA
, Posted in





0 Response to "ENTAH"
Posting Komentar