CANGKANG TETAPLAH CANGKANG
Bergerak menuju semak-semak
Langit mendung diratapi kidung
Kepala-kepala beterbangan menuju kuncup Cinta
Mentari bersinar berbekal Cahaya
Para jiwa menghibahkan dirinya
Kumandang kerinduanpun membahana
Bergeraklah wahai mampat
Mencairlah wahai beku
Mengalirlah wahai genangan
Berhembuslah wahai udara
Tunggu dulu...!
Sudah lama kumengerang dicumbu pedang
Akal jasadku ternyata hanya cangkang dari kebenaran yang terang
Tak perlu kau lucuti aku sampai telanjang
Karena alam rasa lebih tenang dari kemelut yang kusandang
Yang kucari Cinta, bukan wanita
Yang kucari Hati, bukan ilusi
Yang kucumbui adalah sunyi, bukan sepi
Yang kucari bahagia, bukan gembira
Tlah kujual gelap dari malam
Seharga fikiran yang disulam
Tlah kubeli terang dari siang
Seharga keringat yang kusandang
Tlah kugadaikan mimpi-mimpi
Seharga Takdir hidup ini
Tlah kuhutangkan janjijanji
Seharga pengorbanan yang terjadi
Tak ada tawarmenawar lagi
Langit bumi penuh terisi
Bahagiaku telah menanti
Panjipanji Cinta tlah berkibar
Mata sejuta mata diliputi sinar
butir-butir air hujan turun menyeka airmata sabar
Dan manusia berkacakaca memuji kebesaranNya
La ilaha illa anta
Ya hayyu Ya Qoyyum
SubhanaKa
inni kuntu minadzolimin...

10.32
BANYU SEGARA PANTURA
, Posted in





0 Response to "CANGKANG TETAPLAH CANGKANG"
Posting Komentar