MASIH MENIMANG RAGU

Tak semua rona wajahmu mampu kumengerti
Kau yang membuatku singgah di tempat ini
Namun kini kau luput dari layar perahuku
Entah ombak atau badai
Hatiku tercecer bersama puing-puing rindu
Masih menimang ragu di hamparan sendu

Sejak remang mataku mengenal senyummu
Busanaku tergerai kala malam
Melucutu gelombang kehampaan dan mengurai rasa
Namun...
Semakin hari suaramu semakin jauh
Entah di mana

Kau sempat menjadi pelita
Kau sepat kujadikan cahaya
Mungkin mataku telah buta
Padamu kualirkan assa setia
Namun suara hatiku memantul layaknya gema
Bias tanpa makna



Artikel Terkait:

0 Response to "MASIH MENIMANG RAGU"

Posting Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme