KITA DAN KITA
Desir angin di kelopak remaja mengingatkanku akan
Rangkaian senyum tawa ditoreh
Satu dua air mata sempat meleleh
Kan kau kuburkah waktu yang kita peroleh?
Mari ke sana
Biar kalian ingat senja yang pernah kita buka
Gelegar tawa dan kerdipan mata
Menatap otot-otot para pemain bola
Hai kau...
Adakah kau ingat senyum indah dan warnanya?
Ingatlah..
Di sana ada pagar rapat melingkar
Di sana ada gema segala suara
Di sana ada ruang indah kedap suara
Di sana pun ada jalinan asmara para jiwa
Sudahkah semua itu?
Entah itu tentangmu atau tentangku
Mungkin juga tentang
Anak-anak asrama memang diikat rantai nilai dan etika
Dijamah tangan-tangan yang penuh fatwa
Bisakah kalian merasakan getaranku?
Aku sedang menemui fikiran demi fikiran di sepenggal waktu
Dalam serat tawa juga kenangan yang penuh rindu
Dan aku digerakkan bulu-bulu cahaya dari rongga jantungmu
Bangun pagi apel pagi tak pagi pagi
Makan pagi bukan roti hanya nasi dan bau terasi
Pagi-pagi di depan mentari masih sempat bermimpi
Mimpi-mimpi dibawa lagi sampai jejak tak lagi terkenali
Bahkan tak peduli bisikan lirih dari dosen pemberi materi
Hahahaha
Akupun jadi kelinci di batas teori pun dogma santri
Ada apa ini?
Tiba-tiba semua mata pandai menggurui
Hhh...
Hai kawan...
Apa yang kita lakukan di masa depan?
Bergurukah kita pada kenyataan?
Ini memang berawal dari kedisiplinan
Di antara jejak ternyata kita telah berjalan
Desir waktu di kelopak remaja membawaku padamu
Pada awal tumbuh kembang huruf-hurufku
Pada bias-bias cakrawala penuh pintu
Pada kenangan kita yang sempat kujadikan lagu
Mana mimpimu, kawan?
Mana jemarimu?
Mari kita bergandeng tangan
Genapi setiap masa tanpa meninggalkan
Karena kita memang pernah satu kekuatan
Kenyataan
Kenyataan
Kenyataan
Dalam tiap lapisnya kitalah sang pemeran
Asramaku
Akper buntet pesantren cirebon
Masih ingatkah kalian?
Mari bergandeng tangan...

16.08
BANYU SEGARA PANTURA
, Posted in





0 Response to " KITA DAN KITA"
Posting Komentar