CITRA KEHIDUPAN DI DINDING LUKA
Ada luka yang menganga di jantungnya
Darah itu masih tercecer
Menghiasi tiap huruf keluar dari nadinya
Dia adalah malaikat yang terperangkap dalam gelap
Ruang kedap yang penuh dengan keringat dan asap
Dia adalah malaikat kecil yang rindu pada rumahnya
Rindu kesejatiannya
Rindu pada cahaya
Aku bertanya padanya tentang musabab luka
Dia hanya merintih tajam menahan perih
Nafasnya sesak mukanya sembab
Sekujur tubuhnya basah oleh kucuran keringat dan lelehan air mata
Kupegang wajahnya dan kembali bertanya, apa yang terjadi?
Tapi seketika matanya mengeluarkan api
Akupun meloncat mundur, panas
Sekujur tubuh itu tiba-tiba meyala merah
Ia bangkit dan menyeringai mengejar wajahku
"aku tersesat, aku dicabik, aku dipanah, aku diburu, mereka para srigala; bukan manusia"
Dalam langkahnya yang tertatih dia terlihat sangat letih
Sebuah belati tergenggam di tangannya
Serupa cakar kematian menggetarkan jiwa
Dia terlihat sangat buas, menakutkan
Tiba-tiba dia terjatuh bersimpuh lutut
Jemarinya menahan luka dan bibirnya bergumam
"wahai kematian jemputlah aku" ber ulang-ulang
Layaknya sebuah matra bibir itu mengeluarkan cahaya
Tiba-tiba ruangan itu pecah bagai kaca berhamburan
Meledakkan warna terang mengagumkan
Kami seolah menembus dimensi demi dimensi
Cahaya demi cahaya
Dan hening...
Tubuh di hadapanku masih tergeletak
Terserak seperti sampah plastik tertimbun debu
Buru-buru aku menghampirinya
Membersihkan debu dari jalan nafasnya
Membaringkannya di pangkuanku
Lalu anginpun berhembus sepoy pada dahan pohon kehidupan
Dia tersenyum menatapku
"aku adalah kegelapan, bakarlah aku agar bercahaya"
"aku adalah sampah kehidupan, kuburlah aku agar kesuburan bumi tercipta"
Malaikat kecil itu masih dipenuhi tanda tanya
Tentang tandusnya akhlak para manusia
Tentang getirnya ramuan yang terseduh dalam dunia fana
Lalu tangkap jemarinya dalam doa
Semoga ia kembali menemukan rumahnya
Dalam naungan lembut ruang cahaya

16.34
BANYU SEGARA PANTURA
, Posted in





0 Response to "CITRA KEHIDUPAN DI DINDING LUKA"
Posting Komentar