AKU HAFAL BETUL SUARAMU
Disunting dari kisah seorang teman...
Denting waktu yang bergetar membawaku pada alunan pilu
Terlalu cepat cahayamu mengusap keningku
Tawa riang manis juga gelisahku
Hadirmu adalah segalaku
Tapi kini
Di samping perapian rindu aku mengenangmu
Untuk tumpahan air mata juga sesalku
Andai aku tahu rahasia waktu
Pasti kueja tiap kebersamaan itu
Dengan selalu menatapmu
Dengan selalu menorehkan senyum untukmu
Dengan selalu menjadi yang terbaik bagimu
Ayah
Aku hafal betul suaramu
Saat itu kau memegang bahuku
Memberiku kekuatan untuk mengejar ambisiku
Membenahi waktu dengan sekelumit mimpi penghiburku
Ayah
Aku hafal betul suaramu
Ketika sebutir janji kau telankan ke lambungku
Ketika kusandarkan kepalaku dibahumu
Menerawang tulus anganku dipangkuanmu
Ayah
Lihatlah...
Aku telah tumbuh mengakar pada wajahmu
Membawa tunasmu dalam senyum paruh waktu
Bukan sekedar rindu puji dan kado bingkisanmu
Ayah
Sungguh...
Andai aku tahu waktumu akan habis
Andai kutahu akan secepat itu...
Ayah
Belum cukup puas tubuhku memeluk jasad rentamu
Belum cukup puas semua manjaku
Belum genap mimpi-mimpimu padaku
Namun kilat dan guntur menyayat
Teramat sakit
Menemani air mata yang membanjir menyadarimu
Hujan tak jua mau reda
Menatap kepergianmu yang begitu tiba-tiba
Ayah
Beristirahatlah dalam damai
Beristirahatlah dalam damai
Karena wajahmu selalu kubingkai
Dalam untaian doa namamu kusemai

04.44
BANYU SEGARA PANTURA





0 Response to "AKU HAFAL BETUL SUARAMU"
Posting Komentar