LUKISAN DINDING CAKRAWALA

Ingin kurangkai cahaya biru itu menjadi sajak
Ketika rembulan menerpa laut sedang beriak
Ketika redupnya bumi tak mau ku tolak
Ketika wajahmu mengambang pada dinding cakrawala tanpa pasak

Berkas sinar itu memantul di permukaan air tergerai
Membelai malam di sepanjang pantai
Dihibur kecipak nelayan mulai ramai
Aku tersungkur memungut wajahmu hampir terurai

Dulu kau labuhkan wajahmu di dadaku
Di pantai ini kita memangkas waktu
Bersenda gurau mengukur biru
Pantai cirebon memang telah menghadiahkan kita sebuah madu

Dulu jemari kita menelusuri senja
Ketika hangat segara masih terasa menggoda
Saling menyiram basahi raga
Kitapun hanyut sampai di lereng cakrawala

Di antara senja dan senja aku menuangkan cinta
Mereguk bahagia menuntaskan dahaga
Disaksikan ombak segara pantura kita berdansa
Berputar-putar menuju kincir cahaya
Kenikmatan tiada tara

Namun kini kau hanya tinggal kenangan
Wajah manismu hanya sebuah lukisan
Dinding cakrawala itu tetap memberiku kedamaian
Ditemani redupnya cahaya yang menyenangkan
Aku terbuai indahnya kesendirian



Artikel Terkait:

0 Response to "LUKISAN DINDING CAKRAWALA"

Posting Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme