MENUJUMU

Aku pernah berharap bahwa kau adalah cawan yang kosong
Karena aku adalah anggur kehidupan yang tak lagi ditemukan
Akan kuisi hari-harimu dengan tembang dan pujian para dewa
Karena fikiranku selalu berputar-putar mengelilingi wajahmu

Namun tulang sayapku masih terlalu lemah
Sanggupkah kuterbang menyambutmu
Akankah kurengkuh tubuhmu tuk lengkapiku?
Atau malam akan kembali layu seperti dulu?

Aku tak berkuasa atas Takdir
Tapi hadirmu adalah anugrah bagiku
Berdoalah untukku
Untuk tiap pijakan langkahku menujumu



Artikel Terkait:

0 Response to "MENUJUMU"

Posting Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme