RUANG YANG MERAUNG DALAM RIUNG

Tentang kata yang pernah dibaca
Tentang bahasa yang pernah bersuara
Tentang kata yang konon tak dipercaya
Tentang bahasa yang katanya tak punya nyawa

Kegundahan kegelisahan
Kegalauan ketidak berdayaan
Melankolisme bergentayangan
Amukan kecamuk juga lengkingan
Aku di mana?
Entahlah...

Sajak demi sajak disuarakan
Diksi diksi cukup lama dipertontonkan
Si gila makin edan
Para pengeluh makin serampangan
Kemarahan diteriakkan demi kesenangan
Kesenangan digugat demi kemarahan
Puisi-puisi digelontorkan
Akrobat kata-kata berjumpalitan
Di mana aku?
Entahlah...

Waktu menggelinding didepak para pecandu rasa
Dalam pergumulan gelisah kami berjingkrak segala arah
Merobek malam menyayat langit membunuh sepi
Hanya demi kata
Kata yang dicuri oleh paradigma dalam benak-benak manusia
Aku di mana?
Entahlah...

Si merak sibuk menggoyang-goyangkan ekornya
Si elang mencakar-cakar sambil terus berteriak
Si prekutut masih selalu berdzikir
Si cucak berkicau dari telinga ke telinga
Si emprit melompat ke sana kemari dengan lincahnya
Dan mereka semua berkata AKULAH BURUNG
Di mana?
Setidaknya ini bukan pasar burung

Wahai para burung
Satu hal yang aku tahu dari kalian adalah sayap
Maka terbanglah...
Tempat kalian bukan di sangkar
Karena sekarang aku juga sedang belajar terbang
Bukan belajar menjadi burung



Artikel Terkait:

0 Response to "RUANG YANG MERAUNG DALAM RIUNG"

Posting Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme