TENTANG APRIL DAN SEBUAH KERINDUAN
07.01
BANYU SEGARA PANTURA
, Posted in
kenangan
,
kisah nyata
,
memaknai Takdir
,
puisi cinta
,
0 Comments
Dari april menuju april
Dari kerikil hingga kerikil
Sepenggal april usia dicicil
Sejenak april menunggu terpanggil
Roda-roda zaman telah bergeser
Raja-raja zaman banyak yang lengser
Usia tercekat di antara tulang-tulang leher
Dan tanpa disadari, huruf-huruf ini sudah lama hanya tercecer
Kerinduanku pada april adalah sebentuk bayi belia
Ketika tangan mungilku menggapai jemari bunda
Menghentak-hentak penuh senyum tawa
Menyelami kehangatan dari alam rasa
Mengenal sentuhan dan belaian aliran darah cinta
Sesaat setelah ku berani menatap dunia
Dan ketika ku mengenal april sisi yang lain
Aku terperanjat menjadi pembatin
Menenun assa lembaran yakin
Mengambil cinta siapkan cincin
Dan semua rasa hampir terjalin
Namun Takdir bergolak langitpun retak
April beranjak tak tinggalkan jejak
Biarkan aku kembali sepi untuk bersajak
Aku dan april adalah sejarah anak manusia
Dari kelahiran pertama dan kelahiran selanjutnya
Dari kecupan pertama dan senyuman cinta
Dari dekapan hangat bunda hingga gemuruh jagat raya
Aku dan april menyimpan gelora
Sejak kerinduan pertama hingga kerinduan yang menyimpan luka






0 Response to "TENTANG APRIL DAN SEBUAH KERINDUAN"
Posting Komentar