KISAH PARA JIWA
Seorang pemuda memungut setangkai mawar
Dia adalah ranting kurus yang tertunduk layu pada Takdir
Yang getah kayunya telah dihisap panas
Telah lama pucuk daun itu tanpa bunga, tertiup zaman
Hingga akhirnya ia terserak jauh dari mata air taman
Dan dengan segenap akar serabut yang masih tersisa
Ia menadah ke langit penuh dahaga
Meneguk air mata sang pemuda yang sedang menangisi sepi
Dalam arus sunyi yang menenggelamkan beban manusia
Jiwa-jiwa berenang melintasi batas demi batas
Sungai air mata menampung curahan suka dan duka
Aliran kehidupanpun bisa jadi tak terduga
Namun di sekeliling sungai ada tanah subur dari endapan lumpur
Sisa luapan banjir yang kini ditumbuhi warna-warni bunga
Berwujud untaian hati para pecinta

13.48
BANYU SEGARA PANTURA
, Posted in





0 Response to "KISAH PARA JIWA"
Posting Komentar