PUJANGGA MALANG

Kumpulkanlah sejuta kata tuk mengukir cinta
Mereka hanya bahasa yang diagungkan tanpa nyawa
Semua jiwa hampir tak berdaya dihadapan para raja
Pemilik kesenangan sejumlah materi kilauan pesona

Para pujanggapun terkekeh menatap untaiannya sendiri
"Bagaimana bisa aku bertenaga, sedangkan untaianku telah dibunuh dengan sengaja oleh penduduk zaman yang takut pada cinta"



Artikel Terkait:

0 Response to "PUJANGGA MALANG"

Posting Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme