DINGIN DAN PISAU

Dingin malam mengincar tubuhku dari segala arah
Mungkin ingin mencabik, mungkin juga akan mencincang
Aku ketakutan dan berlari mencari perlindungan hangat
Kini aku bersembunyi di bawah ketiak ciremai

Dingin..
Udara kuningan terlalu pisau pada pori-poriku
Aku hanya mampu bersembunyi, tak mampu melawan
Selimut adalah penghibur dan pelindung
Hingga aku benar-benar merasa aman



Artikel Terkait:

0 Response to "DINGIN DAN PISAU"

Posting Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme