PANTAI SENGGIGI DAN PURNAMA

Ditemani rengekan jangkrik yang cemburu pada kemesraan senggigi malam
Kukayuh kata menuju lereng kenikmatan
Menyapa pasir putih telanjang dalam persembunyian gelap
Dan gelombang penuh kejut rasa menggapai-gapai separuh wajah rembulan
Saat dia mulai membenamkan diri pada keperkasaan awan hitam

Dingin sembilu malam menyeret sunyi pada cakrawala
Berharap mencicipi kehangatan dari sehelai wajah yang matanya penuh gairah
Letupan sepi berwujud dahaga meneteskan puisi
Aduhai, tuntaskan saja segalamu pada jiwanya

O, kumbang bersayap tembang...
Bukankah bintang telah memberikan isyarat pada dengus imaji?
Jangan dustai diri dengan keraguan yang melukai
Rebutlah ombak yang mekar di dada pantai
Agar cakrawala dapat berkaca pada laut yang menyimpan kedalaman
Cinta telah memilihmu
Memanggilmu...
Janganlah lagi kau berpaling hanya untuk menakar waktu
Sebab malam akan semakin lebam oleh detak jantungmu



Artikel Terkait:

0 Response to "PANTAI SENGGIGI DAN PURNAMA"

Posting Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme