WAHAI KAU TAKDIRKU

Duhai semilir takdir yang menyimpan wajah sang kekasih
Untaian waktu masih menjadi tabir di antara cinta
Ambilkan jiwanya untuk kuseduh dalam fikiranku
Agar bisa kuajak dia berkelana di alam rasa

Di tiap batas gelap dan terang juga kilauan mimpi
Setetes air mata mengabadikan dzikir para kekasih
Setetes bening yang mengalir sebagai rindu
Menyirami setiap perpisahan dan menghiasi sepi
Dengan bunga-bunga yang seluruh warnanya adalah kemesraan sejati

Wahai belahan rindu
Mari menghilang dalam kehendakNya



Artikel Terkait:

0 Response to "WAHAI KAU TAKDIRKU"

Posting Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme