AKU BUKAN AKSARA

Selembar cahaya ungu bertanya padaku
"Kenapa kau selalu menulis tentang cadarku?"

Kau selalu datang bercakap-cakap dengan pikiranku
Wajahmu selalu mengunjungi mataku dengan senyum yang begitu mendamaikan
Suaramu terlalu akrab dengan keheningan
Dan hurup-hurupku selalu tak bisa kucegah untuk bercerita

Selembar cahaya ungu menegurku
"Sesungguhnya apa maumu?"

Aku adalah jalan yang telah dibentangkan pada kekaguman
Dan kau telah hadir bersama pelangi
Lalu malam menjemput, dan bulan datang dengan menaiki kereta waktu
Dia mengajakku mengunjungi langit untuk menyayat warna-warna pelangi
Di sanalah kutemukan kesyahduan agung yang menyerap seluruh masa lalu

Selembar cahaya ungu menatapku
"Kau bukan sang aksara"

Aku tertunduk malu menengok tanda tanya
"Aku memang bukan aksara, karena aku adalah hati"



Artikel Terkait:

0 Response to "AKU BUKAN AKSARA"

Posting Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme