AKU HANYA WANITA BIASA
Kanda..
Kau telah membiarkan aku mendiami ranah qolbu
Tapi kau terlantarkan aku dalam rindu
Adakah pantas bagiku mencemburui waktu?
Sedangkan denyut rasamu semakin samar di telingaku
Dinda..
Tak percayakah kau pada percik harapan yang mengunggun di pelataran malam?
Tak pernah ada kehangatan selain mengingatmu
Jangan kau tawarkan aku keindahan yang tak aku mengerti
Karena wajahmu selalu kuceritakan pada nafasku
Tapi, kanda..
Aku bukan bidadari penghuni langit
Jangan kau ambil jiwaku hanya untuk pemujaan cinta
Aku hanya wanita biasa
Yang bisa terlukai sepi, saat malam tak pernah membawakan aku bisikan hati
Dinda..
Andai saja ada jalan di mana raga tak menghalagi tumbuh kembang jiwa kita
Aku akan tetap bersamamu
Menemani gelak tawa dan kesenanganmu
Tapi, dinda..
Aku tak mau kita terjebak dalam suka cita yang hampa
Karena pertemuan kita amat sangat berarti bagiku
Kanda kanda kanda..!
Apa raga tak punya hak untuk mencicipi hingar bingar denyut jantungnya?
Aku masih muda
Lihatlah bunga-bunga mekar yang dipetik oleh cahaya
Mereka begitu penuh warna dan berseri-seri
Tapi kenapa matamu terlalu redup memaknai perjumpaan?
Apakah kau bukan matahari?
Dinda..
Jangan kau mendebatku dengan belati yang kau ambil dari kecurigaan tanpa alasan
Aku dan kamu adalah masa depan
Apa itu tidak cukup bagimu?
Sudahlah kanda..
Jangan menudingku dengan telunjuk waktu
Waktu adalah hari ini, sekarang..
Dan kau tak pernah ada untukku
Kenapa??
Kenapa kau biarkan aku mematung di tembok harapan?
Maafkan aku dinda..
Tapi kau memang begitu berarti untuk ku jaga sebagai kesejatian
Aku ini wanita biasa kanda..!
Bukan arca yang kau diamkan di altar pemujaan
Hanya untuk kau tengok demi kerinduanmu pada kesejatian
Aku ini wanita biasa
Wanita biasa..!
Berapa kali harus kuulang rinduku kepadamu?
Ajaklah debaran hatiku untuk mengisi jejak pertemuan kita
Kenapa kau sama sekali tak bisa mengerti?

10.48
BANYU SEGARA PANTURA
, Posted in





0 Response to "AKU HANYA WANITA BIASA"
Posting Komentar