KETURUNAN TAKDIR YANG TERJAGA

Aku terkunci dalam kelu
Pada bibir merah muda yang meneduhkan pandangan
Diam seribu bahasa tak punya daya
Terkunci dalam kekaguman ruang yang tak menyediakan pilihan

Aku ingin membuka jendela
Matamu yang luas menyentuh cakrawala
Matamu yang penuh bahasa kesunyian pelangi cahaya
Mata yang memancarkan kebeningan hati dari keturunan takdir yang terjaga



Artikel Terkait:

0 Response to "KETURUNAN TAKDIR YANG TERJAGA"

Posting Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme