SANG ILLUSIONIS

Sang illusionis menyatu dengan segelas ilusi
Menghilang dalam gebyar-gebyar malam
Menempati setiap wajah yang sumringah
Memetik pikiran-pikiran yang sedang tak tersentuh masalah

Seorang illusionis menyatu dalam tuangan-tuangan ringan
Menerobos beberapa jaman, menitipkan beban kehidupan
Dia muncul dan tenggelam di lautan tak terduga
Mencicipi kedalaman yang dipinjamkan pada buana

Sang illusionis membawa sepasang bekicot, ditaruh di lantai dansa
Diiringi alunan gairah dan sapaan udara malam
Saling berciuman tanpa mempersoalkan noda
Karena tubuhnya memang lendir semata

Seorang illusionis mengajak seluruh kalimat menjemput kembali wajah purnama sore tadi
Purnama yang sempat duduk di samping kursi penuh detak jantung
Yang tenggelam dalam keasikan iramanya sendiri
Memompa harapan ke sudut-sudut tak dikenali

Seorang illusionis menyatu dengan ilusinya sendiri
Muncul dan tenggelam seperti gelembung-gelembung udara dari dasar sungai
Lalu meletup tanpa bekas
Menyatu dengan pikiran yang kembali hening

Sang illusionis menghabiskan gelas-gelas ilusinya untuk kembali pada rindu
"Kehangatan seperti ini harus ku ulang lagi"
Bisiknya pada malam
Menengok kursi kosong yang termangu tak mengerti



Artikel Terkait:

0 Response to "SANG ILLUSIONIS"

Posting Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme