WAHAI PENYAIR SEPI
Beberapa wajah yang memberikan cenderamata pada jaman
Memilihkan kabar untuk ditakar oleh pencarian
Dan dada yang mengamati detak jantung bergumam pada Cinta
"Terlalu banyak cerita yang ditoreh luka"
Aduhai penyair sepi yang muncul pada jejak kaki
Masihkah kata-kata peraduan menjadi tongkat penyangga belulangmu yang
terus menggigil?
Sampai kapan retaknya hari kau setubuhi?
Bukankah setiap yang hadir selalu menginginkan fatamorganamu?
Aduhai penyair sepi yang menuliskan air mata pada tiap rindu
Bakar saja seluruh tubuhmu sebagai persembahan cahaya
Agar tak ada lagi remang yang menipu hati
Atau malam yang menghasut rembulan untuk bunuh diri
Aduhai penyair sepi yang berkhotbah pada penikmat perih
Katakan pada tangis rindu pecandu malam
"Lupakan keindahan yang mengatas namakan jarak, sampai jiwa
benar-benar mengerti arti pertemuan"
Wahai penyair sepi..
Terlalu banyak cerita yang ditoreh luka
Jangan biarkan makna tetap mendiami maya
Karena realita dan mimpi telah menyediakan ruang untuk imaji murni
Tempat di mana getar hati membisiki langkah
Sampai bumi menghijau kembali
Tersenyumlah..
Tersenyumlah..
Tersenyumlah...
Biar matahari tersenyum pada pertalian langkah dan doa

19.07
BANYU SEGARA PANTURA
, Posted in





0 Response to "WAHAI PENYAIR SEPI"
Posting Komentar