LUKISAN YANG HILANG

Mentari sore pucat menyapa debur ombak
Perahu-perahu nelayan teronggok tanpa maksud
Begitu acuh begitu dingin
Cakrawala membentang jauh di ujung langit
Kematian melambai-lambai
Sebuah tebing basah begitu terjal dan licin
Seorang laki-laki mengukur kedalaman sepi
Berbisik pada pantai yang terlalu tak peduli
Terlalu acuh

Mentari sore pucat membasahi dedaun
Lalu lalang kendaraan tanpa suara
Udara berhenti berhembus
Ombak tiba-tiba hening
Seluruh pantai tenggelam dalam tatapan seorang pemuda
Ikan-ikan tak bisa berenang

Sebongkah batu cadas terjun dari atas tebing
Meluncur deras menuju tepukan ombak
Mentari pucat berusaha memulas cakrawala dengan rona merah
Memberi energi pada raut wajah lesu di sudut langit
Seekor elang menjerit melepaskan kepak keperkasaan
Meninggalkan dahan kering yang tiba-tiba saja patah
Gemuruh ombak menelan tubuhnya
Seonggok ranting kering mengapung tanpa makna

Mentari pucat perlahan-lahan menutup mata
Malam merangsek membawa hawa dingin
Tabir gelap dan terang terbuka
Kini, langit akan leluasa memperlihatkan bintang-bintang
Dan seluruh sisa cahaya akan bisa diagung-agungkan



BAYAN: (NOFEMBER 2013)



Artikel Terkait:

0 Response to "LUKISAN YANG HILANG"

Posting Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme