REDUP YANG HIDUP

Diredup relung mataku
Kulihat pagi mesra mendaki
Cahaya beranjak menuju tinggi
Lalu...
Nafasku beriak mencari sesaji

Di redup relung hatiku
Kulihat mimpi masih di sini
Masih segar menghias imaji
Saat nanti kurenda rangkaian arti

Diredup relung jagat raya
Bising manusia masih terasa
Arus suara begitu rupa
Mengeluarkan fatwa tanpa berkaca
Turuti nafsu dan segala prasangka

Di redup relung bibirku
Kudekap sunyi agar tak mudah mati
Kucium sepi agar mampu kukenali
Tanpa kelakar tanpa basa basi
Kutarik suara sebagai larik tanpa bunyi

Diamlah diam kemelut sunyi
Tenanglah tenang tataplah hari
Kuncup bunga menunggu mentari
Hangatlah bumi hangatkan hati

Diredup nyanyian ini
Kucipta nada kucipta puisi
Kurangkai kata dari dasar hati
Agar redup tetap mampu kudaki
Menuju cerah cahaya hari...



Artikel Terkait:

0 Response to "REDUP YANG HIDUP"

Posting Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme