UNTUK RAJA NEGRI DEMOKRASI

Wahai paduka Raja
Dalam nuansa kebatinan ini aku menemuimu
Untuk sedikit bercerita tentang keramaian
Yang hingga kini terus meng awang-awang

Paduka tentu lebih bijak dari usiaku
Titahmu telah mengayomi rumah kami
Sabdamu telah membuat dapur kami mau menyalakan api
Namun zaman terlanjur larut, paduka
Tak sepantasnya paduka dicekal ironi
Karena imunitasmu kini menjadi tanya di alam demokrasi

Tapi aku tak mungkin korupsi nak
Tak mungkin aku memakan daging rakyatku sendiri

Betul paduka..
Tapi aku khawatir raja yang adil di dunia ini tinggal paduka sendiri
Tak mungkin seorang raja masuk bui

Tapi aku tunduk pada konstitusi

Maaf paduka
Mungkin kata-kata hamba mencederai nurani
Bukti demi bukti telah mewakili
Otoritas sejati cenderung melukai
Dan karena paduka mengabdi pada fikiran demokrasi
Maka sudilah kiranya paduka melembagakan aturan pasti
Agar tak ada prasangka di antara kami
Biarkan dunia menjadi saksi bahwa regulasi ini diatur bukan hanya oleh bisikan hati
Tapi benar-benar bersandar pada konstitusi

Apakah aturan yang ada belum cukup?

Paduka..
Polemik konstitusi membuktikan ini

Aku tak bisa menjawabmu, nak..
Aku tak hanya hidup untuk diriku sendiri
Aku milik rakyat
Aku adalah keturunan leluhurku

Maaf paduka
Aku tak bermaksud menuduh keturunanmu
Tapi aku telah melihat bahwa mentari mulai condong ke barat
Hari sudah mulai redup
Keraton ini hampir didekap malam
Banyak binatang-binatang malam berkeliaran di taman kerajaan

Apa maksudmu?

Aku hanya takut kalau Rajaku diterkam nafsu


Apa yang harus aku lakukan nak..

Paduka..
Hamba harap paduka tidak terlalu sibuk membangun kekuasaan
Tapi bangunlah regulasi kesejahteraan
Regulasi perdamaian
Juga regulasi kepercayaan
Lembagakan..
Undang-undangkan..
Karena loyalitas kami tetap butuh kepastian tentang keadilan

Aku serahkan semua keadilan itu untuk rakyatku
Aku berjanji bahwa mereka akan sejahtera
Karena akulah keturunan leluhurku
Darahku mengalir untuk mereka
Untuk bisa melihat senyuman mereka
Rakyatku adalah nyawaku
Percayalah padaku nak..
Aku tak mungkin mengingkari janjiku


____Dunia kembali hening.....






Artikel Terkait:

0 Response to "UNTUK RAJA NEGRI DEMOKRASI"

Posting Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme