EDISI PASRAH
Geliat malam mengunci bibir imaji
Menyentuh kelembutan dari lekuk-lekuk penuh arti
Malam sepi tak lagi terbagi
Lalu para pujangga mendaki langit tinggi
Terciptalah rayuan dan letupan dari genangan mimpi di tebing sunyi
Kelepak sayap nyanyian kesenangan burung merpati
Kunang-kunang berlari malam gelap semakin menjadi
Kerlip-kerlip pesonaya terlihat sedang menari
Malam dan langit yang tinggi
Angin menderu-deru dari jantung kehidupan
Layaknya aliran energi tak lagi terbendung
Gunung-gunung tersipu malu dalam tunduk
Dahan dan ranting menggelepar
Namun sang malam tetap diam tanpa bahasa
Ooh..
Alangkah sedihnya para malaikat di atap jiwa
Kenapa malam tak jua mengeluarkan desahannya tentang cinta?
Pesona kegelapan seolah bertepuk sebelah tangan
Angin menggeser gemuruhnya pada karang
Dahan dan ranting kembali sunyi
Tak lagi terdengar bisik kemesraan sang merpati
Malam kembali tanpa cahaya
Kembali kesepian seperti semula
Tanpa penghibur, tanpa kesenangan
Dan malaikat berkata
"Wahai sang malam, harusnya kau tak pasrah dalam diam"

05.26
BANYU SEGARA PANTURA
, Posted in





0 Response to "EDISI PASRAH"
Posting Komentar