SEBUAH WAJAH

Aku adalah sebuah wajah
Akulah pantulan cahaya semesta arah
Aku gundah namun tetap indah
Aku lemah namun sanggup megah
Aku adalah sebuah wajah
Dan sang waktu tetap tak bisa menjarah
Karena kerinduan memberiku secangkir tuah
Untuk menikmati tarian jiwa-jiwa yang gelisah

Aku adalah sebuah wajah
Air mata bening telah sudi mengasah
Meruncingkan pena dari debaran yang membuncah
Membantu gerak langkah para pemanah
Agar kijang hutan kemesraan tak hanya mencecerkan darah lalu musnah
Menghilang diselimuti ENTAH

Aku adalah sebuah wajah
Diantara reruntuhan zaman aku tengadah
Mencari secercah cahaya saat langit terbelah
Menunggu tatapan mentari dalam rindang hijau nan indah
Seperti hangatnya wajahmu dalam tiap aliran darah

Maka datanglah..
Datanglah...
Jangan lagi kau bersembunyi dari kuntum cinta yang telah kurekah
Karena dalam kegelapan, bentuk kerinduan akan menjadi terlalu basah



Artikel Terkait:

0 Response to "SEBUAH WAJAH"

Posting Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme