BUKAN UNTUK DIBACA

Sengaja aku merangkai ini
Puisi panjang yang tak pernah engkau sukai

Nanti malam..
Ada sesosok jenuh sedang menunggu kerlip cahaya ungu
Di belantara hening yang dipenuhi belukar candu
Dan..
Berpayung langit yang merunduk pada sejengkal pesona,
Selembar harapan menyalakan diri untuk hangus atau terbaca
Menyala dalam sebuah labirin kalimat pemujaan
Yang apinya tegak lurus pada Pengabul doa

Sengaja aku menulis puisi panjang yang tak pernah kau suka

Pagi dini hari nanti...
Akan ada utusan mimpi menjumpai semburat fajar
Membenamkan bisikan rahasia pada garis cakrawala
Mengajak ayam-ayam jantan berkokok
Membangunkan kehidupan baru yang dikuasai rindu

Sengaja kutulis puisi panjang yang tak mungkin akan kau baca

Beberapa huruf telah bersepakat untuk menyinggahi pikiran
Menaruh embun-embun di dahan pagi untuk dititipkan pada kesejukan
Mengajak pantai kembali beriak, menyimpan kedalaman
Hingga setiap permukaan dikenal oleh kicau camar pertama
Setelah matahari membuka tabir gelap bumi

Sengaja aku tulis,
Dan bukan untuk kau baca
Karena alam rahasia lebih jelas dari terik matahari
Hingga puisi ini akan lebih leluasa bersembunyi dalam bawah sadar
Tak tersentuh logika rasionalitas
Dan tak menyediakan tempat bagi tanda tanya



Artikel Terkait:

0 Response to "BUKAN UNTUK DIBACA"

Posting Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme