DRAFT CINTA

Layang-layang hening mengitari arakan awan, lembut
Berputar-putar bersama camar yang kesepian
Ombak dan udara tak lagi bertegur sapa
Hanya menari dingin tanpa selera

Senja hampir melarutkan pantai dalam jingga
Pintu cakrawala membuka diri pada bulan sabit sayu
Kelelawar bengis menjerit, mengerumuni gelap yang mulai meresap di seluruh lembaran cahaya
Memanggil penduduk malam yang matanya berkilau pisau

Waktu terus merambat menyusuri gelisah purba
Raga tanpa jiwa bergerombol, mengantri hisapan ganja yang mengepul bersama janji-janji kenikmatan
Kupu-kupu malam berkeliaran sepanjang madu
Menjilat lendir candu memabukkan yang disangka nektar keabadian
Sayapnya terkepak manja pada denyut jantung
Menyatu bersama kepulan rokok dan bau alkohol

Malam sepanjang remang membanjiri kesenangan yang gelisah
Menebarkan wabah cinta yang pernah membuat Adam mengigau tentang keabadian
Saat merasakan sentuhan lembut hasrat sang Hawa

Malam termangu di putaran waktu
Memilih warna yang sepadan dengan rayuan iblis
Mengunjungi sang Hawa yang telanjang dalam kegelapan
Tanpa busana cinta..

Lampu-lampu disco berebut mencari belah ketakjuban
Berusaha menukar akal sehat dengan keindahan
Memimpin tubuh dan peluh untuk memanen dengusan nafas
Srigala-srigala hutan terlarang

Malam terlalu murung
Tak memberiku cerita yang sopan
Acuh tak acuh
Membiarkan pikiran menelan getir sebuah pencarian
Ke mana keindahan ini pantas aku berikan?

Dan di bumi tempat ku berada
Sang hawa terus merengek
Meminta kesejatian yang sempurna!
Membisiki Adam untuk memberikan surga dan seluruh isinya
Padahal surga telah ditinggalkan saat tragedi Qolbi pertama dituliskan



Artikel Terkait:

0 Response to "DRAFT CINTA"

Posting Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme