ITULAH YANG SEJATI

Bagaimana mungkin aku adalah cinta sedangkan dosa adalah tubuhku
Sedangkan aku menagih terlalu banyak dari hidup
Sedangkan aku mengambil terlalu banyak gula-gula kesenangan
Sedangkan aku merampas dengan sengaja: kemerdekaanmu, kehormatanmu

Ku ajak pikiranmu mengenal batas kemudian kubawa kau melewatinya
Kita berpesta dengan semua pengetahuan dalam sorot gelap-terang
Gebyar-gebyar yang membuat gelap menggeliatkan malam: memuji dan menguji mata
Lalu kita tenggelam dalam keringat sendiri

Kau mengajakku mencicipi buah terlarang di taman rindu
Taman tak terurus yang penuh semak duri dan belukar akar penantian menjulur ke segala arah
Taman yang lama tak dikunjungi sentuhan jemari
Sedangkan kita berjanji untuk saling melengkapi

Jika itu yang sejati, tentu tubuh kita takkan telanjang
Benar-salah, baik-buruk: tidak selamanya memihak pada keindahan
Sedangkan buah terlarang sudah terlanjur tercatat di buku Takdir: menjadi nutrisi penyusun isi kepala
Dan jejak penyesalan itu akan memberi nama pada setiap langkah kita

Kita tidak lagi tahu apa itu sejati
Kita terlanjur dibebani logika
Kita hanya meraba-raba fisik dan bentuk
Kita hanya menafsirkan dan tak mampu mendahului waktu

Bukankah sejati itu tak tersentuh oleh ruang dan waktu?
Tapi aku memandangmu yang menangis saat kau bercermin dalam mataku yang panas berkaca-kaca
Kaukah kini?
Kaukah nanti?
Atau akukah yang tersesat dalam kesenangan menikmati keindahanmu?

Seperti Adam dan Hawa: kita saling memandang mencari diri yang tertinggal
Saling memanggil tanpa kata, tanpa suara
Mencoba mengambil grafitasi dari masing-masing nafas
Lalu menyatu sebagai wujud tak terpisahkan

Jika itu memang cinta, jika itu memang kita: maka akulah yang berhak menuang bisikan itu di rahimmu
Agar kita satu, karena kita satu, sebab satu bukan hampa
Aku yang memiliki atau aku yang dimiliki; sama saja
Sebab tak ada lagi transaksi di antara satu anatomi dengan bagian lainnya
Yang ada hanya saling melengkapi, saling mendukung, saling menguatkan, saling menyelaraskan

Itulah yang sejati...



BAYAN: (FEBRUARI 2014)



Artikel Terkait:

0 Response to "ITULAH YANG SEJATI"

Posting Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme